BATAM  

19 Orang Palsukan Surat Tanah, Satgas Mafia Tanah Polda Kepri Bertindak

Barang Bukti Hasil Kejahatan Mafia Tanah di Bintan (Foto: Humas Polda Kepri)

BATAM, hallopost.com – Satgas Mafia Tanah Polda Kepri tangkap pelaku Pemalsuan Surat Tanah di Jalan Lintas Barat KM 32, Desa Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan Provinsi Kepri.

Kerja sama Ditreskrimum Polda Kepri, Polres Bintan dan Kanwil BPN Provinsi Kepri berhasil mengungkap jaringan yang melibatkan 19 orang tersangka.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S, saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu (25/5).

″Satgas Mafia Tanah Provinsi Kepri berhasil mengungkap dugaan tindak pidana Pemalsuan Surat Tanah seluas 48 Hektar, pengungkapan ini menindaklanjuti dari enam Laporan Polisi dengan waktu kejadian diantara tahun 2013 sampai dengan 2018 dan tempat nya yaitu di Desa Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan Provinsi Kepri,” ujar Harry.

Ia juga mengungkapkan bahwa adapun tersangka yang di Sidik dalam kasus ini sebanyak 19 orang dengan peran masing-masing seperti Inisiator pembuat surat Palsu berinisial AK, SD dan MA, selanjutnya pembuat Surat palsu (Sporadik/SKPPT) berinisial KN, KM, MA, SP (Perempuan), RR, dan IH, berikutnya yang berperan sebagai Pengguna Surat Palsu berinisial MN, RM, JM, AD, MR, MN, IR, RS dan IK serta HE yang ikut membantu melakukan dalam mengetik dan mencetak Sporadik dan SKPPT serta sebagai juru ukur dan dari 19 tersangka ini ada yang sudah ditahan dalam perkara lain.

BACA JUGA  Dua Oknum Sat Pol PP Batam dan Satu Pekerja Kontrak Dinsos Ditetapkan Sebagai Tersangka Pemerasan

″Bahwa para pelaku ini melakukan kejahatannya dengan cara inisiator membuat surat Sporadik Bersama-sama dengan aparat desa dengan menggunakan nama orang lain,” ungkap Kabid Humas Polda Kepri

Katanya, perbuatan yang mereka lakukan ini yaitu dengan mencari keuntungan dengan cara menjual Sporadik kepada perusahan yang ada di Bintan. Atas Tindakan yang dilakukan oleh para pelaku ini diketahui bahwa pelaku mengambil keuntungan kurang lebih sebesar Rp. 500.000.000,-.

″Barang Bukti yang berhasil diamankan adalah 1 lembar peta plotingan bidang tanah 21 hektar, 1 lembar fotocopy peta plotingan bidang tanah 48 hektar, 1 Buah Mesin Ketik, 25 Surat Pernyataan Penguasaan fisik bidang tanah atau Sporadik, 32 surat keterangan pengoperan penguasaan atas tanah (SKPPT), 1 Lembar Surat Gran bertuliskan Arab Melayu, 1 lembar surat Pernyataan kelompok bekapur, bukti surat perjanjian jual beli ke 25 sporadik dan 32 SKPPT dan Kwitansi jual beli,” tutur Harry.

BACA JUGA  Kapolda Kepri Apresiasi Personil Sat Brimob dan Samapta Dalam Penugasa BKO di Polda Metro Jaya

aKbid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry mengatakan pasal yang diterapkan yaitu pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHPidana dengan ancaman enam tahun penjara, dan pasal 55 ayat ke-1 KUHPidana, Pasal 385 ayat (1) KUHPidana diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun, dan Jo pasal 65 KUHPidana.

Ditempat yang sama, Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian mengatakan dari 19 orang yang ditetapkan menjadi tersangka sebagian telah dilakukan penangkapan kemudian dilakukan penahan dalam perkara yang lain.

Turut dijelaskan Kabid Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Provinsi Kepri Joko Pitoyo Cahyono, kepada masyarakat yang ingin membeli tanah agar mengetahui Informasi keabsahan tanah ke BPN, kemudian agar dipastikan juga ke kantor Desa, Kelurahan bahwasanya terhadap objek bidang tanah belum ada hak pihak lain, tidak sedang menjadi objek perkara, tidak sedang menjadi objek sengketa.

BACA JUGA  Tim Supervisi Lemdiklat Polri Cek Kesiapan Prokes di SPN Polda Kepri

″Agar dipastikan betul bahwa bidang tanah yang ingin dibeli betul-betul lengkap atau clear and clean,” ujar Joko Pitoyo Cahyono

Hallopostdotcom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eeeh, mau copy paste ya?