Program JKP BPJAMSOSTEK Merupakan Pengaman Para Pekerja

  • Bagikan

JAKARTA, hallopost.com – Pandemi Covid-19 yang melanda semua Negara di dunia, bahkan Indonesia juga termasuk negara yang terdampak Pandemi yang sangat luarbiasa maupun di sektor ekonomi dan ketenagakerjaan.

Perusahaan juga tidak sedikit yang tutup, bahkan perusahaan yang bertahan terpaksa melakukan pengurangan karyawan, merumahkan karyawan dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan RI, tercatat hingga 2.8 juta korban PHK di era pandemi Covid-19. Di samping itu, dalam data Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan ada 5 juta lebih pekerja yang PHK.

Bahkan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyatakan PHK lebih besar lagi menimpa pekerja yakni 15 juta orang.

BACA JUGA  Kuliah Umum di UI, Kapolri Beberkan Peran Polri Tingkatkan Kerukunan Hidup Berbangsa

Data terkait pekerja yang terkena PHK tersebut disampaikan oleh Nurhadi, anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi NasDem dalam webinar nasional atas kerjasama BPJAMSOSTEK dengan Forum Mahasiswa Sumenep (Formas) Wilayah Jabodetabek, dengan tema “Optimalisasi Perlindungan Sosial BPJAMSOSTEK untuk Korban PHK Melalui Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan(JKP)” Sabtu, (9/10).

Sebagai respon terkait maraknya PHK, BPJAMSOSTEK meluncurkan program JKP. Nurhadi menyatakan JKP merupakan amanat UU Nomor 11 Tahun 2020 terkait Cipta Kerja.

Dalam JKP selain uang pesangon, pekerja atau buruh yang di PHK berhak mendapat Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

“JKP dinilai penting sebagai jaring pengaman bagi para pekerja atau buruh dalam menghadapi kondisi ketenagakerjaan yang semakin dinamis,” katanya, Sabtu (9/10).

BACA JUGA  Empat Pesan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Untuk Kepala BIG yang Baru

Sementara itu, Elly Ginandjar, Deputi Bidang Manfaat Tambahan Ketenagakerjaan BPJAMSOSTEK menjelaskan secara detail tentang teknis pelaksanaan Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

Ia juga berharap para pengusaha dan perusahaan untuk mendaftarkan para pekerjanya dalam program JKP ini.

“Ada tiga manfaat dalam JKP ini yakni Uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan juga manfaat pelatihan kerja. Ini semua bisa dinikmati pekerja,” tuturnya, Sabtu (9/10).

Lebih lanjut, Elly Ginandjar meyakini program JKP bisa membuat para pekerja, karwaya, buruh, dan tenaga kerja formal lainnya lebih tenang, saat mengalami PHK.

Pasalnya, di sana diatur sedemikian lengkap pelbagai teknis agar para pekerja sejahtera meskipun sudah tidak memiliki pekerjaan.

BACA JUGA  Tingkatkan Konektivitas Pariwisata Danau Toba, Tol Kuala Tanjung -Tebing Tinggi - Parapat Rampung Akhir 2021

 

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *